Fakta Burung Rajawali Yang Unik dan Menarik

Ada banyak sekali jenis spesies burung didunia ini. Salah satu yang unik adalah burung rajawali. Burung rajawali adalah burung pemangsa yang sering dikaitkan dengan burung elang.

Dari sekian fakta burung rajawali, kenyataan bahwa mereka harus melakukan transformasi menyakitkan saat usia 40 tahun, adalah fakta paling dramatis dan menarik. Ini dapat menjadi inspirasi moral bagi manusia. Nah berikut ini fakta burung rajawali yang dikutip dari Faunanesia.

Fakta Burung Rajawali

Burung ini dikenal dengan tampangnya yang gagah, mata tajam dan kerap dijadikan simbol simbol tertentu.

Ada fakta burung rajawali yang terbilang menarik. Misalnya dari sisi usia. Usia burung ini paling panjang dibanding jenis burung lainnya, yakni 40 tahun hingga 60 tahun.

Tapi supaya dapat mencapai umur 70 tahun, burung rajawali ini harus melakukan perubahan atau transformasi yang begitu ‘menyakitkan’.

Atau jika dia memilih hidup pendek hanya 40 tahun, tak perlu melakukan transformasi, hanya menunggu mati.

Ketika ingin hidup lebih lama, burung rajawali ini harus berjuang dalam kesakitan. Berikut fakta burung rajawali yang sangat unik.

Saat umur 40 tahun, paruh burung rajawali sudah begitu bengkok dan sangat panjang sampai mencapai leher. Sehingga burung rajawali susah makan atau berburu mangsa.

Sementara itu, cakar cakarnya juga sudah tak lagi setajam dulu dan bulu bulunya sudah begitu tebal membuatnya susah terbang tinggi.

Jika burung rajawali sudah dalam kondisi ini, maka hanya ada dua pilihan. Pertama, diam saja menunggu mati di umur 40 tahunan, atau melakukan transformasi dan perubahan perubahan menyakitkan untuk terus hidup hingga umur 70 tahun.

Jika memilih terus hidup sampai usia 70 tahun. Burung rajawali harus melakukan transformasi. Yaitu terbang mencari tempat tinggi atau gunung, di puncak gunung membangun sarang dan melakukan perubahan menyakitkan.

Dia mulai melepas paruhnya dengan membentur benturkan atau mematuk matuk paruhnya ke batuan di gunung hingga paruh itu terlepas.

Setelah paruh lama terlepas, muncul paruh barunya. Sampai benar benar paruh baru itu kuat, burung rajawali berpuasa.

Kemudian paruh baru itu digunakan untuk mencabut satu persatu kuku kukunya yang tak lagi tajam. Maka tumbuh kuku kuku baru yang lebih tajam.

Setelah itu, burung rajawali akan mencabuti bulu hulu sayapnya yang sudah sangat teba dan menunggu hingga bulu bulu sayap baru. Dan setelah proses transformasi menyakitkan ini berhasil dilewati, burung elang bisa hidup dengan umur panjang hingga 70 tahun.

Dia terbang kembali menjadi raja angkasa, menerkam mangsa dengan gagah. Proses transformasi ini berlangsung sekitar setengah tahun.

Pesan Moral Fakta BurungĀ  Rajawali

Pesan moral yang dapat dipetik dari fakta burung rajawali yang melakukan perubahan menyakitkan adalah sebagai berikut.

Bahwa manusia mungkin mengalami kondisi dimana hidupnya tak menyenangkan karena berbagai kendala. Seperti halnya rajawali yang harus dihadapkan hidup dan mati saat usia 40 tahun, manusia perlu melakukan perubahan perubahan meski menyakitkan demi kehidupan lebih baik.

Apa yang dilakukan oleh burung rajawali untuk bertahan hidup juga dapat menjadi inspirasi supaya tetap semangat menuju cita cita dan harapan. Misalnya seorang yang ingin jadi atlet profesional, maka dia pastinya berlatih keras, membentuk kekuatan otot dan staminanya. Yang tentunya prosesnya tidak mudah dan menyakitkan.

Atau seorang pengusaha yang ingin sukses. harus berjuang keras membangun bisnis, meski begitu banyak kendala yang dihadapi.